Home / Berita Umum / Bawa 14 Kg Sabu dalam Kemasan Teh, Polisi Tembak Mati Kurir di Medan

Bawa 14 Kg Sabu dalam Kemasan Teh, Polisi Tembak Mati Kurir di Medan

Bawa 14 Kg Sabu dalam Kemasan Teh, Polisi Tembak Mati Kurir di Medan – Team Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara menembak mati seseorang kurir narkoba inisial P. Dia mengusahakan melarikan diri kala dikerjakan peningkatan perkara 14 kg sabu-sabu.

” Pemeran narkoba itu pun tidak mengacuhkan tembakan peringatan, jadi petugas kepolisian bertindak tegas terarah serta berkenaan punggung sisi kiri yg akibatkan P wafat, ” kata Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto dalam paparannya di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Jumat (7/2/2019) .

Menurutnya, momen itu berlangsung Minggu (3/2) . Kala itu, Polda Sumut mengamati satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam nopol BK 1875 FJ yg diduga membawa narkoba dari Propinsi Riau ketujuan Medan.

” Akan tetapi, mobil itu meluncur dengan kecepatan tinggi. Petugas mengusahakan hentikan mobil itu di Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Medan Kampai, Kota Dumai, Propinsi Riau, ” kata Irjen Agus.

Dia sebutkan, pemeran yg mengusahakan melarikan diri dari kejaran aparat keamanan membiarkan tembakan serta berkenaan mobil petugas.

Perlawanan dari pemeran ini menggerakkan polisi membiarkan tembakan menuju kendaraan pemeran serta berkenaan telapak tangan, dan lutut samping kiri sopir.

Lantas, pada jarak satu km., persisnya di Jalan Lintas Sumatera Cikampak, Kabupaten Labuhan Batu Utara, mobil itu berhenti serta dua orang laki laki keluar dari mobil serta mengusahakan melarikan diri menuju perkebunan.

Petugas kembali mengerjakan tembakan peringatan, akan tetapi ke dua orang itu tak menghiraukannya. Salah seseorang pemeran berinisial S, sukses diringkus, serta mitranya berinisial P melarikan diri.

Aparat keamanan mengerjakan penyisiran di area, serta tangkap P. Sesudah itu dikerjakan pemeriksaan di mobil itu, serta temukan sebuah tas warna hitam yg terdapat 14 paket teh warna hijau yg bertuliskan ” GUAN YIN WANG ” di dalamnya ada sabu-sabu seberat 14 kg.

” Terduga S dibawa ke rumah sakit paling dekat untuk dikerjakan penyembuhan. Dan terduga P dibawa untuk mengerjakan peningkatan perkara narkoba itu, ” kata Kapolda.

Sesaat terduga S mengemukakan, baru kali pertama ini membawa narkoba serta hal semacam itu sangat terpaksa dikerjakan lantaran himpitan ekonomi.

” Saya dijanjikan dapat terima gaji Rp 15 juta, akan tetapi gaji belum pula di terima udah ketangkap petugas, ” kata penduduk Aceh itu.

About admin