Home / Berita Umum / Berawal Utang Piutang, Proses Eksekusi Pengosongan Lahan Hotel Sempat Ricuh

Berawal Utang Piutang, Proses Eksekusi Pengosongan Lahan Hotel Sempat Ricuh

Berawal Utang Piutang, Proses Eksekusi Pengosongan Lahan Hotel Sempat Ricuh – Pengadilan Negeri (PN) Sumber, Kabupaten Cirebon mengerjakan eksekusi pengosongan area serta bangunan hotel Bagus Inn. Eksekusi itu sesuai putusan PN Sumber berkenaan masalah perdata Nomer 5/PDT. G/2017/PN. SBR.

Proses eksekusi pengosongan area serta bangunan Hotel Bagus Inn yg ada di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat itu pernah berlangsung sama sama dorong pada pihak keamanan dengan pihak hotel. Tetapi gak berjalan lama. Polisi mengamankan beberapa orang yg membatasi ekseskui pengosongan.

Panitra PN Sumber yang ditunjuk bertindak sebagai juru sita Ating Budiman mengatakan eksekusi pengosongan area serta bangunan Hotel Bagus Inn berasal dari perkara utang piutang pada pihak hotel dengan Bank Bukopin. Tating menuturkan luas area yg dikosongkan lebih kurang 800 mtr. persegi.

” Ini bukan perkara masalah, awalannya dari utang piutang. Pihak hotel punya hak tanggungan yang wajib dibayarkan ke bank, ” kata Ating selesai pengosongan, Selasa (24/7/2018).

Seterusnya, Ating memaparkan permasalahan utang piutang pada pihak bang dengan pihak hotel itu berlangsung pada tahun 2017 waktu lalu. Ating malas menuturkan nominal utang yg dikasihkan bank ke pihak hotel.

” Ada penyitaan ini, sepengetahuan saya lantaran pembayarannya ada yg mancet. Pihak hotel menjaminkan tanah serta bangunannya terhadap bank, ” ujarnya.

Ia memaparkan lantaran gak bisa membayar utang sampai batas waktu yg udah ditetapkan, pihak bank selanjutnya melelang area serta bangunan hotel itu.

” Proses pelelangan itu dimenangkan oleh Zeni, bertindak sebagai pemohon eksekusi ini. Pemohon udah 3 kali ajukan eksekusi, tahun terus, bulan Juni terus, serta Juli. Lantas diputuskan serta secara langsung kita eksekusi, ” ujar Ating.

Menurut dia pihak hotel pernah menuntut serta terasa keberatan atas eksekusi itu. Tetapi, sambung dia, tuntutan itu tidak diterima oleh majelis hakim pada Juni waktu lalu.

” Ada perlawanan cuma sampai hingga putusan pengadilan. Serta, bila ada banding di ajukan ke tingkat tambah tinggi. Disamping itu, buat perkara utang piutang ini sesuai ketetapan MA dalam prosedurnya itu dapat secara langsung dilaksanakan eksekui tanpa tunggu inkrah atau putusan banding, ” kata Ating

About admin