Home / Berita Umum / Berikut Profil Penjaga Gawang Iran

Berikut Profil Penjaga Gawang Iran

Tumbuh di jalanan, Alireza Beiranvand waktu ini nampak di Piala Dunia 2018 serta bisa menepis penalti Cristiano Ronaldo. Berikut ini profil penjaga gawang Tim nasional Iran itu.

Dalam laga paling akhir Kelompok B Piala Dunia 2018, Iran menahan Portugal 1-1 di Mordovia Arena, Saransk, Selasa (26/6/2018). Gol Ricardo Quaresma dibalas penalti Karim Ansarifard di periode injury time.

Di pertandingan ini, Portugal kemungkinan unggul 2-1 semisalkan Ronaldo bisa mengeksekusi penalti, selesai dilanggar pemain Iran. Akan tetapi Alireza menepis penalti yang miliki lima trofi Ballon d’Or ini.

Alireza lantas jadi buah bibir di social media. Tidak hanya tampilan impresifnya dapat menjauhi Iran dari kekalahan, namun perjalanan kariernya hingga dapat menepis sepakan Ronaldo nyata-nyatanya cukup mengharukan sekalian menginsipirasi.

The Guardian merilis, Beiranvand lahir di desa Sarabias, Lorestan dari suatu keluarga pengembara yg hidupnya berpindah-pindah. Menjadi anak tertua, ia terlebih dulu mendukung orang tuanya sebelum saat menemukannya waktu kosong utk bermain sepakbola.

Beiranvand sendiri pernah berlatih di club lokal. Awalannya berposisi striker, akan tetapi satu kala ia mengambil alih urutan penjaga gawang, yg rupanya dirasakan sesuai dengannya.

Akan tetapi Beiranvand tdk beroleh perjanjian dari ayahnya, Morteza, utk melintasi karir menjadi pesepakbola. Hasilnya, Beiranvand kabur dari tempat tinggal buat menguber mimpinya. Pusat kota Tehran ialah tujuannya.

Dengan meminjam uang kerabatnya, ia naik bus serta pergi ke Ibu Kota. Dalam perjalanan, ia bersua dengan Hossein Feiz, yg mengelola tim lokal. Feiz dimaksud siap mendukung Beiranvand, akan tetapi dengan ketentuan dibayar 200 ribu Toman. Sial, Beiranvand tdk memiliki uang banyak ini.

Dalam hasilnya, Beiranvand hingga mesti tidur diluar pintu club yg akan jadi tempat latihannya. Penjaga gawang yg waktu ini berumur 25 th. ini hingga di anggap pengemis.

” Saya tidur di dekat pintu club serta kala bangun saat pagi hari, saya menyaksikan koin yg dijatuhkan orang buat saya. Mereka menganggap saya pengemis! Yah, utk pertama kali sehabis periode yg panjang saya selanjutnya dapat sarapan, ” kata Beiranvand.

Feiz lantas memberikan peluang berlatih tanpa adanya bayar. Akan tetapi utk hunian, Beiranvand terpaksa sekali bekerja serabutan dimulai dari kerja di pabrik penjahit, tukang basuh mobil, hingga pelayan restoran.

Perjuangannya gak percuma. Kariernya mulai moncer kala membela Naft Tehran. Pada 2011, ia segera membawa klubnya finish ke tiga di Liga serta menggapai tempat di Liga Champions Asia. Hingga pada 2016, ia ubah ke Persepolis.

Sesaat karir di Tim nasional, ia pernah masuk seleksi utk bertanding di Piala Dunia 2014 akan tetapi tidak sukses dipilih. Di Piala Dunia 2018, ia selanjutnya menggeser urutan Alireza Haghighi menjadi kiper paling utama Tim Melli.

Penampilannya di Rusia lantas gak tidak sesuai keinginan. Di Mordovia Arena, Beiranvand mencatat cerita lama yg takkan terlupakan selama hidupnya ialah menepis penalti Ronaldo, diantara satu pesepakbola paling baik zaman itu. Iran terbebas dari kekalahan di pertandingan itu.

Iran mesti tersingkir dari Piala Dunia. Tim karya Carlos Queiroz ini finish di urutan tiga Kelompok B dengan empat point, dibawah Spanyol serta Portugal yg mengoleksi lima point. Akan tetapi atas nama perjuangan Beiranvand, dan tampilan impresif Iran sepanjang Rusia, tepuk tangan layak mereka miliki.

About admin