Home / Berita Umum / Curhatan Penjual Nasi Uduk Kepada Jokowi

Curhatan Penjual Nasi Uduk Kepada Jokowi

Curhatan Penjual Nasi Uduk Kepada Jokowi – Cuaca mendung setelah hujan dengan keadaan tanah yang becek, tidak menurunkan ibu-ibu di Kelurahan Kali Anyar, Tambora, Jakarta Barat, menyongsong kedatangan Presiden Joko Widodo, di Lapangan Perisma, Rabu (9/1).

Jokowi ada untuk mengevaluasi penerima utang Mekaar binaan Pendanaan Nasional Madani (PNM).

Sebelum ke tempat acara, Jokowi sudah sempat mendekati Sutinah, seseorang ibu yang berjualan nasi uduk di lokasi itu. Jokowi yang ikut didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanyakan pada Sutinah tentang modal yang di terima dari Mekaar.

Menurut Sutinah dianya terima pertolongan modal Mekaar seputar Rp2 juta. Akan tetapi, Sutinah terasa kurang serta minta pada Jokowi supaya ditambah pertolongan modal itu.

“Dua juta itu jadi apakah dahulu? Ditambah itu kelak mudah,” kata Jokowi

“Berbelanja kan contohnya Rp500 ribu (buat modal), selalu ada yang ngutang, bayar mingguan, jadi muter-muter disana (uangnya),” katanya Sutinah menimpali Jokowi.

Jokowi lalu memperingatkan Sutinah untuk tingkatkan upayanya. Ia menjelaskan pemberian modal dapat ditingkatkan jika usaha yang digerakkan Sutinah selalu berkembang.

Jokowi lalu tinggalkan warung nasi uduk untuk ke tempat acara di Lapangan Perisma. Capres nomer 01 itu juga diterima meriah oleh masyarakat ditempat waktu berjalan ke arah lapangan.

Beberapa masyarakat menyebut nama Jokowi sambil mengulurkan tangan mengarah bekas Gubernur DKI Jakarta itu. Jokowi juga menyongsong dengan menyalami tangan masyarakat satu per satu.

Jokowi selalu berjalan ke arah tenda yang berdiri di dalam Lapangan Perisma. Keadaan tanah becek tidak menghambat Jokowi serta Anies untuk menyambangi ibu-ibu yang sudah ada di tenda itu.

Di dalam sambutannya, Jokowi lalu minta ibu-ibu penerima pertolongan modal Mekaar untuk maju ke depan. Dua orang ibu bernama Sarmah serta Rumini lalu maju mendekati Jokowi.

Jokowi lalu menanyakan pada dua orang ibu itu masalah usaha yang digerakkan. Sarmah mengakui berjualan nasi Warteg, sesaat Rumini buka bengkel tambal ban yang digerakkan anaknya.

Bekas wali kota Solo itu lalu mengonfirmasi pada Sarmah mengenai modal yang di terima dari Mekaar. Sarmah mengakui mendapatkan utang modal seputar Rp2 juta. Uang itu, kata Sarmah dipakai untuk berbelanja keperluan sayuran serta minuman.

Jokowi juga menanyakan berapakah harga nasi dengan sepotong ayam serta sayur pada Sarmah. Jokowi lalu bertanya penghasilan /hari Sarmah dari usaha nasi Wartag itu.

Sarmah menyebutkan dianya dapat kantongi penghasilan Rp150 ribu /hari. Akan tetapi, kata Sarmah banyak pelanggannya yang mengutang serta pilih membayarnya satu minggu sekali.

Jokowi langsung berseloroh pada Sarmah. Ia menyarakan apa dianya bisa mengutang bila makan di warung Warteg Sarmah. “Contohnya saya ke warung ibu, saya ngutang pun bisa?” kata Jokowi.

“Bisa, gratis,” jawab Sarmah yang diterima tawa hadirin.

Akan tetapi, Jokowi memperingatkan supaya Sarmah serta entrepreneur kecil yang lain supaya tidak memberi gratis pada siapa saja termasuk juga dianya. Menurut Jokowi, usaha akan rugi jika memberikan gratis pada konsumen setia.

“Berhati-hati ibu-ibu, saya titip ya, saya hadir ke bu Sarmah, saya makan, jangan pernah yang namanya gratis. Orang usaha tidak ada yang namanya gratis, rugi kelak. Utang bisa bayarnya satu minggu, tetapi pun ditagih, mesti bayar,” tutur Jokowi.

“Tetapi banyak yang kabur pak. Yang ngutang di muka rumah, pada pulang kampung,” sambung Sarmah yang langsung diterima tawa hadirin.

Jokowi minta pada beberapa penerima modal Mekaar untuk giat menjalankan upayanya. Ia memperingatkan jika dianya adalah entrepreneur yang pergi dari bawah serta selalu jadi membesar sampai sekarang.

“Saya pun alami dahulu, dari mikro, gede, gede, gede,. Upayanya mesti diperbesar selalu. Jika Mekaar tidak dapat (kasih utang) dapat geser ke bank,” kata Jokowi.

Setelah itu, Jokowi langsung memberi photo dengan dua ibu itu. Menurut Jokowi, pembagian photo itu adalah alternatif sepeda yang sekarang ini dilarang KPU untuk diberikan pada masyarakat waktu waktu kampanye Pemilihan presiden 2019.

“Umumnya jika maju saya berikan sepeda, ini tidak bisa memberi sepeda, tetapi saya kasih photo saja. Cepet kan fotonya. Kelak ke temu kembali tahun kedepan ibu bisa lebih dari itu,” katanya.

About admin