Home / Berita Umum / Hoaks Tentang Anies Baswedan

Hoaks Tentang Anies Baswedan

Denny JA Bicarakan Tentang Kekurangan Partai PAN Dan Amien RaisĀ  – Cawapres Sandiaga Salahudin Uno mengakui tidak kenal dengan Ketua Umum Dewan Konsolidasi Nasional Relawan Prabowo Presiden Bagus Bawana Putra. Didapati, Bagus Bawana Putra diamankan kepolisian karena disangka ikut serta dalam pembuatan hoax tujuh container berisi surat nada tercoblos.

“Jika namanya sendiri saya tidak kenal,” papar Sandi di Alat Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta, Rabu (9/1).

Sandi malas bicara banyak masalah Bagus. Ia cuma mengharap penegak hukum mengolah seadil-adilnya. Ia juga ingin masalah itu diusut dengan transparan. Tidak bisa ada yang disembunyikan.

“Tidak ada tebang pilih, tidak ada hukum tajam ke bawah tumpul ke atas atau tajam ke samping tumpul ke atas. Jangan pernah berlangsung semacam itu,” papar Sandi.

“Jadi jangan pernah kita justru memunculkan tidak percaya yang baru,” katanya.

Sandi tidak mau menyebutkan dengan gamblang apakah yang dikerjakan Bagus merugikan dianya. Sandi tidak menjelaskan dengan gamblang terserang stigma negatif atas aksi Bagus yang disangka membuat hoax.

Ia cuma mengakui menjalankan apakah yang sudah diawali dengan penuh perasaan ikhlas. Sandi memandang jadi peserta pemilihan presiden ialah beribadah.

Oleh karenanya, Sandi mengakui ingin tetap berfikir positif. Ia tidak mau apakah yang dikerjakan sampai kini dengan ikhlas jadi tercoreng karena reaksi yang terlalu berlebih dari satu peristiwa.

“Serta saya cukuplah optimis proses ini akan berjalan dengan baik,” kata Sandi.

Kepolisian tangkap Bagus Bawana Putra di Sragen, Jawa Tengah pada Senin lantas (7/1). Polisi lantas mengambil keputusan Bagus menjadi terduga masalah pendapat hoax tujuh container berisi surat nada tercoblos. Bagus dijaring Masalah 14 ayat 1 Undang-undang Nomer 1 Tahun 1946 mengenai Ketentuan Hukum Pidana.

Bagus sendiri adalah terduga ke empat yang sudah diputuskan kepolisian. Awal mulanya, polisi telah mengambil keputusan tiga terduga, yaitu HY, LS, serta J. Ke-3 orang itu disangka bertindak dalam terima content hoax tiada mengonfirmasi kebenaran isi content serta langsung menyebarkannya lewat account Facebook.

About admin