Home / Berita Umum / Larangan Ngopi Semeja Bersama Nonmukrim

Larangan Ngopi Semeja Bersama Nonmukrim

Larangan Ngopi Semeja Bersama Nonmukrim – Bupati Bireuen, Saifannur, melarang nonmuhrim ngopi bareng satu meja di kafe/restoran. Jejak Saifannur nyata-nyatanya berliku-liku untuk jadi Bupati. Ini ceritanya.

Saifannur mendaftarkan jadi Bupati pada pemilihan kepala daerah serentak 2016. Pada 24 Oktober 2016, Komisi Independent Penentuan (KIP), mencoret nama Saifannur dari bursa pemilihan kepala daerah.

KIP beralasan Saifannur tak lolos kesehatan yg dilaksanakan oleh RSUS Zainoel Abidin. Saifannur meradang serta menuntut KIP ke PTUN sampai Mahkamah Agung (MA). KIP tak tinggal diam serta buka-bukaan ialah hasil tes kesehatan memberikan Saifannur punyai ‘neurobehavior’ atau ingatannya tak bagus.

Merasa hal semacam itu, Saifannur mengerjakan tes kesehatan pembanding di Rumah Sakit Adam Malik, Medan, serta RS Materna, Medan. Pada 24 November 2016, Pengadilan Tinggi Tata Upaya Negara (PT TUN) menampik tuntutan Saifannur serta terus mencoret namanya dari bursa pemilihan kepala daerah.

Saifannur tak terima serta ajukan kasasi. Gayung bersambut. MA mengabulkan tuntutan itu serta menundukkan KIP.

” Menjelaskan batal SK KIP, ” demikian putus MA sama seperti dilansir detikcom dari webnya, Kamis (6/9/2018). Duduk jadi ketua majelis ialah Supandi dengan anggota Irfan Fachruddin serta Yulius. Terus kenapa ketiganya meniadakan pertimbangan RSUD Zainoel Abidin? Selanjutnya pertimbangan dalam putusan yg diketok pada 16 Desember 2016 :

1. Tes psikologi dilaksanakan waktu 23. 00 WIB, hingga dikira buru-buru serta tak efisien.
2. Saifannur merupakan Ketua Partai Golkar kabupaten Bireuen.
3. Saifannur sempat menjabat jadi Kepala Desa Paya Meuneng sepanjang 14 tahun.
5. Saifannur punyai perusahaan dengan tenaga kerja 400 orang karyawan.
6. Saifannur punyai izin memegang senjata api yg di keluarkan Tubuh Intelijen serta Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri.

Dengan 6 argumen diatas, jadi MA meniadakan hasil temuan neurobehavior. Menyimpan putusan kasasi itu, Saifannur lantas melenggang ke pemilihan kepala daerah. Kala hari pencoblosan diadakan pada 17 Februari 2017, Saifannur sukses menundukkan pasangan beda dengan meraih 74. 292 atau 34, 89 prosen. Ia lantas sah dilantik berubah menjadi bupati.

1 tahun berselang, Saifannur bikin kebijakan kontroversial ialah larangan minum kopi semeja untuk nonmuhrim. Kebijakan ini ditentang oleh LSM wanita ditempat.

” Syariat Islam merupakan rahmatan lil alamin, bukan berubah menjadi ‘ajang’ pemungutan kebijakan sepihak oleh penguasa tiada menyaksikan tinjauan menyeluruh buat kemaslahatan umat, ” kata Inong Aceh Kabupaten Bireuen, Muazzinah Yacob.

About admin