Home / Uncategorized / Pelaku Praktek Protusi Online Berhasil Diamankan Polisi

Pelaku Praktek Protusi Online Berhasil Diamankan Polisi

Pelaku Praktek Protusi Online Berhasil Diamankan Polisi – Empat orang yg ikut serta masalah prostitusi on-line diamankan polisi. Persoalan itu tersingkap bermula dari penggerebekan suatu kamar kos di Jalan KH. Agus Salim Kota Kediri yg difungsikan buat praktek prostitusi on-line.

Empat tersangka yaitu MH, warga Bandar Kidul ; MO, warga Jamsaren, NA, warga Pare ; serta SA, warga Nganjuk.

MH sebagai yang memiliki kos yg disewakan perhari di Jalan Agus Salim Kota Kediri. MO bertugas mencari pelanggan lewat medsos. NA bertugas menjemput serta mengantar pelanggan ke kos. SA menjadi pemakai atau pelanggan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Hariyadi mengemukakan, modus banyak pemeran ini yakni dengan memanfaatkan medsos dengan sama sama kirim pesan serta bertukar nomer mobile phone. Buat seterusnya mereka melaksanakan transaksi serta selanjutnya menjemput pemakai ke kos.

” Masing masing pemeran mempunyai andil sendiri, yang pasti mereka ini telah sejak mulai bln. April melaksanakan tindakan prostitusi on-line lewat medsos, ” ucap Anthon, Senin (07/08/2017).

Yg buat miris, kata Anthon, korban masih tetap dibawah usia. Polisi masih tetap selalu melaksanakan pengembangan masalah ini mengingat tindakan prostitusi ini termasuk cukup rapi serta tertutup.

Dari TKP polisi mengamankan buku tamu buat mencatat transaksi keuangan serta pelanggan. Beberapa Handphone, duwit tunai sebesar Rp 1, 1 juta, beberapa alat kontrasepsi, serta pakaian korban.

Ke empat pemeran terancam Pasal 88 UU RI No. 35 th 2014 terkait Pergantian atas UU No. 23 th. 2002 terkait Perlindungan anak curiga hukuman optimal 10 th..

Sedang utk pemeran SA Curiga pasal 81 ayat 2 UURI No. 35 th. 2014 Pergantian atas UU No. 23 th. 2002 dengan hukuman optimal 15 th. penjara.

Diotaki Pacar Sendiri

Gadis dibawah usia sebagai korban prostitusi on-line nyata-nyatanya dijerumuskan oleh pacarnya sendiri, NA. Dengan rayu bujuk pacarnya sendiri, korban yg masih tetap berumur 15 th. mesti meladeni pria hidung belang dengan membayar NA sebesar Rp 500-600 Ribu rupiah buat sekali terjalin di kamar kos yg sudah di siapkan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Hariyadi mengemukakan, rayu bujuk yg difungsikan NA yaitu menjanjikan korban dengan iming-iming dapat dibelikan camera serta handpone.

” Akibatnya rayu bujuk dapat dibelikan handphone serta camera, korban sangat terpaksa melayani pria hidung belang dengan dikoordinir oleh pacarnya sendiri, ” terang Anthon.

NA mengakui jual pacarnya sendiri dikarenakan tergiur dengan mudahnya memperoleh duwit dari medsos.

” Saya cuma menjanjikan beli handphone serta camera, serta bantu pacar saya mencari duwit, ” ucap NA sambil tertunduk malu selagi diinterogasi polisi.

About admin