Home / Berita Umum / Pembongkaran 411 Bangunan Liar di Pinggir Sungai Pemali Brebes

Pembongkaran 411 Bangunan Liar di Pinggir Sungai Pemali Brebes

Pembongkaran 411 Bangunan Liar di Pinggir Sungai Pemali Brebes – Sekurang-kurangnya 411 bangunan liar yang tempati daerah irigasi Pemali, Brebes, Jawa Tengah dibongkar paksa. Pembongkaran dikerjakan sebab melanggar garis sempadan sungai atau diatas tanggul saluruan irigasi.

Pembongkaran dikerjakan di enam kecamatn di Brebes. Pembongkaran memakai alat berat serta dijaga beberapa ratus aparat dari TNI, Polri serta Satpol PP.

Kabid Irigasi serta Air Baku Dinas Pengendalian Sumber Daya Air serta Tata Ruangan Brebes, Muhamad Taulani didapati di tempat pembongkaran mengatakan, bangunan yang dibongkar ini sebab melanggar garis sempadan atau ada diatas tanggul aliran irigasi.

“Keseluruhannya, ada 411 bangunan baik permanen ataupun semi permanen yang ada diatas tanggul irigasi. Semua dibongkar dengan alat berat,” kata Muhamad Taulani, Kamis (13/12/2018) siang.

Batas garis sempadan atau tanggul irigasi ini katanya, mesti dibikin bersih sebab akan dipakai untuk normalisasi aliran. Kehadiran bangunan liar ini akan menghalangi proses normalisasi jika tidak dibongkar.

Batas garis sempadan (tanggul irigasi), lebih Taulani, mempunyai ukuran berlainan di setiap lokasi irigasi. Jaraknya bergantung keadaan aliran irigasi, yakni pada 4 sampai 15 mtr. dari bibir aliran.

Bangunan bangunan liar ini, menyebar di enam kecamatan, yakni Brebes, Songgom, Jatibarang, Larangan, Bulakamba serta Ketanggungan. Pembersihan bangunan di garis sempadan ini diawali semenjak Senin lantas serta dikerjakan dengan marathon. Diprediksikan ini hari akan seleai keseluruhannya.

Dia menjelaskan pembongkaran paksa bangunan ini dikerjakan sesudah melalui tahapan-tahapan. Pemilik bangunan telah 3x dikasihkan peringatan serta tenggat waktu untuk lakukan pembongkaran sendiri. Akan tetapi sampai batas waktu yang dipastikan nyatanya tidak dikerjakan.

“Pengenalan sampai peringatan ke tiga telah dilewati. Harapannya mereka bongkar sendiri agar bahan material bangunan dapat digunakan kembali. Tetapi ini tidak diindahkan,” pungkasnya.

Waktu petugas memakai alat berat membuka serta meratakan bangunan itu, masyarakat yang tempati cuma pasrah. Mereka repot keluarkan serta mengemasi harta-harta bendanya.

About admin