Home / Berita Umum / Petugas Imigrasi Makassar Mendeportasi Dua WNA Asal Papua Nugini Dan Malaysia

Petugas Imigrasi Makassar Mendeportasi Dua WNA Asal Papua Nugini Dan Malaysia

Petugas Imigrasi Makassar Mendeportasi Dua WNA Asal Papua Nugini Dan Malaysia – Dua Masyarakat Negara Asing (WNA) semasing dari Papua Nugini serta Malaysia dideportasi dari Makassar ke arah negaranya semasing. Kedua-duanya semasing Ronald Akuwere (21) asal Papua Nugini serta Mohammad Fazley bin Faizal (26) asal Malaysia.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Andi Pallawa Rukka waktu, WN Papua Nugini Ronald awal mulanya diamankan di Jayapura sebab masalah narkoba lantas dibawa ke Lapas Narkotika Bolangi, Gowa, Sulsel untuk lakoni hukuman penjara 4 tahun. Sesudah tuntas waktu tahanannya akhir Februari 2019 lantas, petugas intelijen serta pengusutan kantor Imigrasi Kelas I Makassar menjemputnya lantas detensikan untuk menanti emergency travel document diedarkan oleh konsulat jenderal Papua Nugini di Jayapura.

“Kurang lebih minggu kedepan Ronald dideportasi jika telah keluar emergency travel document, seperti dokumen alternatif paspor dari negaranya. Ronald ini ialah eks terpidana di Jayapura, masalah narkoba. Masalah mengapa mesti ditahan di Lapas Narkotika Bolangi, Kabupaten Gowa, Sulsel bukan di Jayapura sana, saya pun tidak paham. Itu kewenangan antar Lapas. Sebab Ronald ini orang asing jadi setelah itu jadi kewenangan kami di imigrasi,” kata Andi Pallawarukka, Jumat (15/3).

Sedang Fazley sebelumnya disangka Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal karena ia tidak dapat tunjukkan dokumen kenegaraannya waktu ada razia oleh ke polisian di Malaysia hingga dideportasi ke Indonesia.

Momen itu Mei 2018 kemarin. Ia tengah tertidur di masjid besar Tawau, tidak diduga polisi kerjakan patroli TKI ilegal.

“Waktu itu Fazley berikan jika dokumen atau kartu identitasnya hilang tetapi polisi tidak yakin. Ibunya bernama Sita orang Malaysia, bapaknya bernama Faizal orang Kabupaten Bone, Sulsel, jadi dideportasilah ia ke Indonesia. Sesudah bekerjasama dengan kedutaan Malaysia di Jakarta serta datanya diverifikasi, Fazley dapat dibuktikan masyarakat Malaysia. Sudah keluar emergency certificate, alternatif paspor. Sore hari ini akan dideportasi kembali ke Malaysia,” katanya.

About admin