Home / Berita Umum / Sandiaga Uno Tolak Ajakan Waketum Gerindra Boikot Pajak

Sandiaga Uno Tolak Ajakan Waketum Gerindra Boikot Pajak

Sandiaga Uno Tolak Ajakan Waketum Gerindra Boikot Pajak – Pengakuan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Arief Poyuono mengenai ajakan boikot membayar pajak ke pemerintah, nyatanya tidak mendapatkan suport dari Calon Wakil Presiden (Calon wakil presiden) 2019 Sandiaga Uno.

Sandiaga memandang, Arief Poyuono jadi satu diantara tokoh politik di partai bimbingan Prabowo Subianto, tidak selayaknya melemparkan pengakuan semacam itu.

Pengakuan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Arief Poyuono mengenai ajakan boikot membayar pajak ke pemerintah, nyatanya tidak mendapatkan suport dari Calon Wakil Presiden (Calon wakil presiden) 2019 Sandiaga Uno.

Sandiaga memandang, Arief Poyuono jadi satu diantara tokoh politik di partai bimbingan Prabowo Subianto, tidak selayaknya melemparkan pengakuan semacam itu.

Moeldoko Meminta Politisi Gerindra Arief Poyuono Serukan Pendidikan Politik Baik
Sri Mulyani Angkat Bicara Masalah Ajakan Boikot Pajak
Pertamina EP Cepu Jadi Penyumbang Pajak Migas Paling besar 2018
“Saya begitu tidak memberi dukungan ajakan itu. Sebab kebutuhan bangsa dan negara, tambah lebih penting dibanding kebutuhan politik,” katanya waktu hadiri seminar milenial di Kampus Muhammadiyah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (17/5/2019).

Pengakuan itu dipandang Sandiaga Uno, begitu berlawanan dengan kemauannya untuk menolong pemerintah tingkatkan tax ratio.

Sebab sekarang ini kondisi ekonomi negara, khususnya neraca perdagangan Indonesia alami defisit sampai US$ 2,5 miliar. Lebih Menteri Keuangan Sri Mulyani memandang, penerimaan negara begitu kurang dalam empat bulan paling akhir.

“Negara susah, ditambah lagi Sri Mulyani mengatakan negara memerlukan penambahan tax ratio. Jika rendah serta penerimaan negara kurang, ekonomi bergerak lebih lamban ,” tuturnya.

Sandiaga Uno juga ajak semua masyarakat negara Indonesia, supaya bisa patuh membayar harus pajak.

“Program-program akan terlambat. Karena itu kita harus melakukan keharusan jadi masyarakat negara untuk membayar pajak. Ditambah lagi dalam kondisi ekonomi seperti saat ini,” papar ia.

About admin