Home / Berita Umum / Sigap Menghadapi Autisme

Sigap Menghadapi Autisme

Sigap Menghadapi Autisme – Rasa sedih, marah, kaget, takut, campur aduk saat tahu anak didiagnosis mengidap autisme. Hal itu pantas terjadi kepada orangtua. Akan tetapi, tidak perlu berlarut-larut pada kesedihan. Dokter spesialis kedokteran jiwa-konsultan psikiatri anak serta remaja yakni bernama Ika Widyawati mengungkapkan bahwa orangtua harus mengetahui keadaan hati anak dahulu serta menerima keadaan anak dalam bentuk apapun.

Memang, tidak segampang membalik telapak tangan. Berikut yang semestinya dilakukan oleh orangtua saat anak diduga autisme ataupun dikenal dengan gangguan spektrum autistik (GSA). Orangtua kerap kali merasa bersalah saat anak didiagnosis autisme. Ada yang mengira mungkin ketika hamil sempat minum obat, pernah terjatuh, dan lain – lain. Banyak pula yang bertanya-tanya mengapa anak mengalami GSA padahal telah menjaga kehamilan hingga 9 bulan.

Ingat, sebab dari autisme sampai sekarang ini belum diketahui secara jelas. Jadi, tidak ada manfaatnya menyalahkan diri sendiri atau saling menyalahkan orang lain.  Jangan menundur – ngundur saat terapi. Terapi serta pengobatan amat efektif apabila diberikan sebelum umur 3 tahun ataupun pada 1000 hari pertama dalam hidupnya. Tiap anak melakoni terapi yang berbeda-beda sesuai situasi anak.

Ika memberikan saran, carilah dokter yang memiliki kompeten serta tak perlu berganti – ganti dokter. Seorang dokter tentu memantau perkembangan anak usai melakukan terapi. Apabila shopping dokter lalu kapan anak mulai terapi? Ungkap Ika.

About admin