Home / Berita Umum / Terkuak Sudah Polisi Koboy Yang Viral Di Medsos

Terkuak Sudah Polisi Koboy Yang Viral Di Medsos

Terkuak Sudah Polisi Koboy Yang Viral Di Medsos – Teka-teki jati diri aktor yang menodongkan senjata api pada disabilitas di Bukit Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat akhir minggu lalu, perlahan-lahan mulai terkuak. Aktor adalah perwira polisi bernama AKBP Deden.

Awalannya, Rabu (3/7/2019), Divisi Humas Polri lewat Instagram resminya @divisihumaspolri menerangkan pria yang menenteng senjata api di tepi jalan itu adalah seseorang polisi yang belum didapati identitasnya.
Divhumas menyebutkan tindakan yang terlanjur viral itu ialah usaha membuat perlindungan masyarakat Lembang dari tindakan premanisme.

“…Bukti sebetulnya ialah polisi memberi teguran, pada aktor pemerasan, pemalakan, pengancaman serta penganiayaan yang menggelisahkan masyarakat…” catat Divhumas.
Simak juga: Kejadian Koboi Polisi di Lembang, Polda Jawa barat: Diatasi Mabes Polri

Selain itu pada hari yang sama, Polda Jawa Barat mengatakan masalah itu diatasi oleh Direktorat Reserse Kriminil Umum. Tetapi esok harinya Kabid Humas Polda Jawa barat Kombes Pol Trunoyudo memberi info terbaru masalah perlakuan masalah itu.

“Itu dari Mabes,” katanya singkat, Kamis (4/7/2019).

Bukti terbaru dikatakan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Menurut dia polisi yang berlaga bak koboi itu satu diantara personil Instansi Pendidikan serta Kursus (Lemdiklat) Polri. Berdasar info yang sudah dibetulkan Polri, polisi itu bernama AKBP Deden.

“Untuk yang itu (AKBP Deden) telah diatasi Provost Lemdik,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, saat dihubungi detikcom, Jumat (5/7/2019).

Kontrol AKBP Deden bermula dari laganya yang menodongkan senjata api pada Hamdan, pemuda disabilitas yang minta uang dengan mengasongkan gelas plastik waktu AKBP Deden lewat.
Simak juga: Masalah ‘Koboi Polisi’ di Lembang, AKBP Deden Dicheck Provost Lemdik

Berdasar info Asep Odik (54), tokoh warga ditempat yang sudah sempat melerai. dia dengar 2x suara letusan sebelum merasakan polisi itu mendamprat Hamdan.

“Pria itu terlihat geram sekali, saya selanjutnya hadir menerangkan jika Hamdan (remaja berkebutuhan spesial itu) adalah masyarakat saya, orang ini tidak normal kata saya, tetapi orang itu katakan saya polisi, saya polisi, ini pungutan liar,” kata Asep waktu didapati di rumah tinggalnya, Senin (1/7/2019).

Hamdan sudah sempat lari serta bersembunyi di dalam rumah Asep. AKBP Deden sudah sempat mengejarnya sekalian menenteng senjata api.

Berkaitan masalah jiwa yang dihadapi oleh Hamdan, seseorang masyarakat yang malas disebut namanya membetulkan keadaan Hamdan itu.

“Beberapa kali sudah dibawa ke rumah sakit untuk diobati, waktu ayahnya masih ada, jika tidak salah telah 16 tahun Hamdan semacam itu,” tutur sumber itu pada detikcom, Kamis(4/7/2019) sore.

Dia menjelaskan Hamdan datang dari keluarga yang tidak dapat, kakaknya adalah seseorang disabilitas wicara.

“Jika saat naik (ada tanda-tanda kejiwaan), Hamdan senang mengamuk tetapi jika dibujuk surut , terkadang senang tiduran di tepi jalan tetapi jika demikian terkadang sama masyarakat senang dibujuk,” tuturnya.

About penulis77