Home / Berita Umum / Tersangka BPK Sekamar Dengan Tersangka E-KTP

Tersangka BPK Sekamar Dengan Tersangka E-KTP

Tersangka BPK Sekamar Dengan Tersangka E-KTP – Rochmadi Saptogiri tengah tertidur di kasur busanya di sel mempunyai ukuran seputar 2, 5×5 mtr. persegi di Rutan Klas I Cabang KPK, Jakarta, Senin awal hari, 20 November 2017.
Ia terbangun serta tdk menganggap kehadiran penghuni baru di selnya, ialah Ketua DPR RI sekalian Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.
” Gak (menganggap) . Masa’ menduga-duga, gak, gak tahu (terlebih dahulu) , ” kata Rochmadi kala dijumpai di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (22/11) .

Rochmadi Saptogiri menjadi auditor utam Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) yg jadi tersangka persoalan dugaan penerimaan suap Rp 240 juta serta gratifikasi Rp 3, 5 miliar serta pencucian duit tentang pemberian opini Lumrah Tanpa ada Pengecualian (WTP) atas laporan akunting Kementerian Desa Pembangunan Daerah Ketinggal serta Transmigrasi (Kemendes PDTT) Th. 2016.
Rochmadi yg memakai batik lengan panjang warna krem ada di Pengadilan Tipikor Jakarta utk ikuti sidang perkaranya.
Sesaat, Setya Novanto menjadi tersangka persoalan dugaan korupsi project pengadaan KTP elektronik Kemendagri Th. 2011-2012 dengan kerugian negara Rp 2, 3 triliun.
Novanto yg udah berstatus tahanan dijemput dari tempat prmbantaran, Tempat tinggal Sakit Cipto Mangunksumo (RSCM) Jakarta ke gedung KPK serta segera ditahan di rutan baru KPK pada Senin awal hari, 20 November 2017.
Rochmadi ceritakan, terlebih dahulu dirinya sendiri pernah menyaksikan beberapa berita di tv didalam rutan bahwa Novanto bakal diposisikan di Rutan KPK. Akan tetapi, ia tdk menganggap Novanto akan satu sel dengan dirinya sendiri.
” Ya saya kenal, kan berada pada running text di tv, ” pungkasnya. Rochmadi memberi tambahan, tidak hanya dirinya sendiri serta Novanto, Sujendi Tarsono dengan sebutan lain Ayen, juga ada didalam sel yg sama.
Ayen menjadi pebisnis asal Medan yg jadi tersangka atas persoalan suap Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen.
Novanto Sukar TidurRochmadi ceritakan, ia belum pula pernah banyak melakukan perbincangan dengan Novanto waktu malam awal kehadiran Ketua DPR itu. ” Ya saya say hello, kan saya belum pula kenal, kenalan lah, ” pungkasnya.
Waktu malam itu, Rochmadi cobalah menyambung istirahatnya selepas sedikit melakukan perbincangan dengan Novanto. Akan tetapi, ia masihlah merasa Novanto belum pula dapat pejamkan matanya.
Menurut Rochmadi, benar-benar Novanto ada masalah tidur waktu malam pertama serta ke dua dia ada di dalam tahanan.
” ‘Kan nyaris seluruhnya sangat. Saya saja tiga hari gak tidur, hehehe. . , ” saya Rochmadi disertai tawanya.
Ia menganggap Novanto sukar tidur pada malam-malam awal penahanan lantaran kaget dengan situasi dirinya sendiri yg sekarang ada didalam tahanan.
Walau begitu, menurut dia hal semacam itu lumrah serta manusiawi berjalan pada seseorang tahanan baru.
Maka, Rochmadi menjadi sesama tahanan mengusahakan berikan support terhadap Novanto.

” Saya menyebutkan, yah mesti sabar. Gak, bukan hanya saya menasihati. Mana berani saya sangat, ” saya Rochmadi.
Walaupun sukar tidur saat malam hari, lanjut Rochmadi, kadang kala Novanto juga enteng mengantuk serta tertidur pada siang hari.
” Yah seperti panjenangan tengok lah, ” ujarnya.

Turut Salat Berjemaah
Menurut Rochmadi, Novanto kelihatan masihlah kurang sehat serta lemas kala ada didalam sel. ” Yah seperti panjenengan (Anda) tengok, yah begitu. Ya (masihlah lemas) , ” pungkasnya.
Ia ceritakan, Novanto tambah banyak beristirahat didalam sel. Walau begitu, Novanto udah dapat berbaur dengan tahanan pria yang lain. Bahkan juga, Novanto turut salat berjemaah di area berbarengan tahanan.
” Kegiatannya salat, ahlamdulillah beliau (Novanto) salat. Kita tetap jemaah. Apabila Pak Ayen gak lah. Pak Ayen saja yg gak salat, apabila yg yang lain kita jemaah, ” jelasnya.
Ia memberi tambahan, Novanto termasuk orang yg ramah dengan banyak tahanan yang lain walaupun berlatar belakang menjadi Ketua DPR RI serta ketua umum partai besar.

About admin