Home / Berita Umum / Tiap Tahun TNI AU Latihan Memutus Rantai Sinyal Musuh

Tiap Tahun TNI AU Latihan Memutus Rantai Sinyal Musuh

Tiap Tahun TNI AU Latihan Memutus Rantai Sinyal Musuh – TNI AU mengadakan latihan bersama dengan untuk jaga keamanan daerah udara. Latihan Angkasa Yudha 2019 mengaplikasikan perang pernika memakai perlengkapan Jammer GPS yang telah 5 tahun cuma tersimpan di gudang.

“Angkasa Yudha 2019 ini ialah latihan dikerjakan tiap tahun. Telah lima tahun satu diantara alat Jammer GPS ngendon di gudang,” jelas Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna dalam sambutan makan siang di Lanud Iswahjudi, Madiun, Rabu (18/7/2019).

Menurut Yuyu, alat Jammer GPS yang ngendon (tersimpan) di gudang itu sejumlah tiga buah serta tidak pernah digunakan latihan. Sampai kini tiga Jammer itu cuma hanya dibawa ke Istana Negara waktu peristiwa tersendiri.

“Sampai sekarang ini kita memiliki tiga Jammer, tiga itu telah 5 tahun ngendon di gudang. Paling dibawa sebab keluar ke istana waktu pekerjaan,” terangnya.

Yuyu mengemukakan, latihan bersama dengan perang pernika menyertakan dua ribu lebih personil dari 18 skuadron udara. Ada 67 pesawat tempur ikuti latihan di tiga tempat. Yaitu lanud Iswahjudi Madiun, Lanud Abdurrahman Saleh Malang serta di AWR (Air Waipon Range) Lumajang.

“Saya mengevaluasi hari ke-2 latihan serta masih ada esok. Pasukan yang terjebak sekitar dua ribu lebih selanjutnya skuadron ada 18. Pesawatnya kira-kira 67 pesawat yang diikutsertakan,” paparnya.

Dari 67 pesawat yang dipakai dalam latihan, terbagi dalam pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat heli dan pesawat intai. Latihan itu mempunyai tujuan untuk mengetes potensi penyelamatan daerah udara dengan memutuskan rantai signal lawan dengan Jammer GPS.

“Yang pasti semua potensi Angkatan Udara baik itu potensi personil, potensi alutsista serta perlengkapan simpatisan kita turunkan. Di hari ini kita benar-benar mengetes kekuatannya. Hingga kita akan tahu potensi dalam melakukan operasi. Saya mengharap tetap kita naikkan,” sambungnya

Dalam kunjungan ke Lanud Iswahjudi, Kasau meluangkan diri untuk melihat dapur genting serta makan bersama dengan personil di tenda komplek Lanud Iswahjudi. Latihan perang pernika tahun ini adalah yang pertama dalam 33 tahun paling akhir.

“Sesudah 33 tahun baru kesempatan ini ada latihan semacam ini,” tutur Kepala Penerangan serta Perpustakaan (Kapentak) Lanud Iswahyudi Madiun, Mayor Sus Hamdi Londong Allo.

About penulis77